Seminar Revitalisasi Gerakan Pramuka yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka 04 Riau pada tanggal 15 Februari 2009 bertempat di Hotel Furaya, Pekanbaru dengan pembicara tunggal Kak Azrul Azwar (Ketua Kwartir Nasional) masih menyisakan beberapa pertanyaan.
Dapat dipahami bersama bahwa alas tindak yang digunakan dalam menggulirkan program ini memang telah menjadi keprihatinan bersama. Kaum muda indonesia dengan segala permasalahannya hari ini harus diselamatkan dari terjerumus makin dalam di kubangan persoalannya. Gambaran langkah revitalisasi secara nasional telah didapat. Yang tertinggal adalah bagaimana implementasinya di di daerah, di kwarda, kwarcab, kwarran, dan yang paling penting di Gugusdepan sebagai ujung tombak pembinaan peserta didik.
Masih ada kegamangan dari kwartir nasional untuk memulai karena kusut awal dari carut marut ini belum ditemukan pungkanya. Rencana tindak yang dipaparkan masih bergelut di lingkungan kwartir nasional dan belum menyentuh ke jajaran dibawahnya. Seyogyanya kwartir nasional lebih menitikberatkan peran pada tatanan kebijakan, menentukan arahan dan memberikan keleluasaan kepada kwartir daerah dan seterusnya untuk mengimplementasikannya.
Permasalahan Gerakan Pramuka di daerah cukup beragam sejalan dengan karakteristik daerah masing-masing. Tidak mungkin ianya dapat diselesaikan dengan cara yang seragam, masing-masing hanya dapat diselesaikan dengan cara dan gaya yang tersendiri sensuai dengan kondisi. Pendirian Gugusdepan wilayah misalnya, untuk desa atau lingkungan yang belum memiliki Gugusdepan yang berpangkalan di sekolah mungkin tidak banyak kendala yang dihadapi, tetapi untuk yang telah ada pangkalan di sekolah tentu akan banyak kendala non teknis menghadang. Kendala ini harus disikapi dengan arif dan bijaksana.
Sepertinya kita memang harus lebih sering duduk bersama untuk mengimplementasikan Revitalisasi Gerakan Pramuka.
Senin, 16 Februari 2009
Rabu, 04 Februari 2009
Ini Bocoran Pengurus Baru
Berdasarkan bisik bisik dan informasi dari telik sandi yang disebar, inilah prakiraan susunan pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bengkalis masa bakti 2003-2008:
Riza Pahlefi (Ketua), Drs. H. Sya'ari, MP, Drs. H. Umran, M.Si, Drs. H. Mukhlis, MM, H. Jamhur, SP, Ir. Hj, Rahmi (Wakil Ketua).
Ada yang mau beri komentar?
Riza Pahlefi (Ketua), Drs. H. Sya'ari, MP, Drs. H. Umran, M.Si, Drs. H. Mukhlis, MM, H. Jamhur, SP, Ir. Hj, Rahmi (Wakil Ketua).
Ada yang mau beri komentar?
Jumat, 30 Januari 2009
Menanti Pengurus Baru
Dua bulan sudah berlalu sejak Musyawarah Cabang VIII Gerakan Pramuka Bengkalis berakhir, formatur masih belum mendapatkan kata sepakat terhadap susunan dan personalia Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bengkalis 2008-2013. Sudah melewati tenggat memang, dan kita berharap ianya segera tersusun sehingga proses pembinaan pendidikan kepramukaan di Negeri Junjungan ini dapat kembali berjalan normal.Kabar angin yang didapat oleh Pandu Bengkalis menyebutkan bahwa kepengurusan tersebut telah tersusun dan akan dikonsultasikan kepada Ketua Mabicab untuk mendapatkan restu. Ada beberapa nama yang menjadi perdebatan. Apapun alasannya, semoga perdebatan dan silang pendapat tersebut didasarkan atas keinginan untuk membawa gerakan ini kearah yang lebih baik di masa mendatang. Semoga.
Kamis, 04 Desember 2008
Teraju Baru di Gerakan Pramuka Bengkalis
Kalau dikatakan muka baru, tidak juga. Karena Kak Riza Pahlefi yang secara aklamasi dalam Muscab VIII Gerakan Pramuka Bengkalis dipercayakan sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bengkalis masa bakti 2008-2013 telah malang melintang di Gerakan Pramuka Bengkalis sejak masih sebagai peserta didik. Pernah sebagai Sekretaris DKC, Ancuset, dan Wakil Ketua Kwartir Cabang, membuat pengalamannya patut untuk tidak diragukan.Ada selaksa harapan yang digantung kepada Kak Riza Pahlefi, namun juga harus diingat ada setumpuk permasalahan yang mesti diurai dalam membawa gerakan ini kearah yang lebih baik dimasa mendatang. Akankah kita masih hanya berkutat katet dengan permasalahan permasalahan permukaan dan mengabaikan permasalahan yang lebih mendalam. Ini semua akan dilihat dari kabinet yang disusun oleh formatur nanti. Wajah Gerakan Pramuka Bengkalis lima tahun ke depan akan membayang jelas di wajah andalan cabang terpilih nantinya.
Memang tidak mudah untuk memilih. Adakah Kak Riza Pahlefi akan mampu menarik rambut dalam tepung. Atau sebuah perombakan total yang akan meninggalkan setumpuk kekecewaan. Banyak pilihan dengan segala konsekwensinya. Mari kita nantikan.
Selasa, 04 November 2008
Pendidikan Nilai Bagi Kaum Muda
Pendidikan nilai (living values activities) bagi kaum muda hari ini menjadi penting dalam upaya memperkuat karakter kaum muda ketika mereka terdedah dengan demikian banyak permasalahan sosial. Permasalahan yang kian kompleks mendera terus dan terus sehingga kadang kaum muda kita kehilangan orientasi untuk berpijak dan melangkah.Hari ini kita dapat saksikan semakin banyak kaum muda yang terbelit dengan pelbagai permasalahan sosial. Korban kekerasan, korban narkoba, korban pergaulan bebas dari hari ke hari semakin meningkat jumlahnya. Belum lagi masalah attitude, sikap dan perilaku, kebiasaan yang kian cenderung negatif, serta setumpuk problematika kaum muda lainya. Semua ini ditopang oleh sisi gelap dari kemajuan teknologi. Penyusupan anasir anasir melalui media massa dan dedahan terbuka terhadap kaum muda mempercepat prores dekadensi moral dan sistem nilai di kalangan kaum muda kita.
Harus ada sebuah revolusi bersama dari orang tua dan pendidik untuk merubah atau minimal menahan laju pengikisan moral ini. Pendidikan nilai semestinya ditanam sejak dini di dalam minda kaum muda. Bagaimana kita membantu agar kaum muda mampu mengeksploitasi dan mengembangkan nilai nilai kunci pribadi dan soisal kedalam kehidupan sehari-hari yang akhirnya diharapkan mampu menjadi benteng dalam menghadapi pelbagai permasalahan sosial yang melingkup mereka.
Kegiatan kegiatan yang diarahkan untuk memperkuat dan memancing potensi, kreatifitas dan bakat yang sebenarnya sudah terangkum dalam Pendidikan Kepramukaan, akan menstimulasi perkembangan ketrampilan pribadi, sosial dan emosional.
Permasalahannya adakah kita menyadari tentang pentingnya pendidikan nilai ini. Jika kita masih berkotak-katik dengan sandi, morse, berkemah, baris berbaris serta setumpuk kegiatan teknisnya - yang sebenarnya hanya alat - dan melupakan makna filosofis dari aktifitas tersebut, maka jangan berharap banyak untuk mendapatkan hasil yang lebih.
Kata kuncinya adalah kembali ke Metode dan Prinsip Dasar Kepramukaan.
Langganan:
Postingan (Atom)