Tampilkan postingan dengan label Kaum Muda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kaum Muda. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 April 2010

Pengurus DKC Gerakan Pramuka Bengkalis

Berdasarkan hasil Muspanitera Luar Biasa tanggal 20 Maret 2010 di Bengkalis dan telah disahkan oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bengkalis dengan Surat Keputusan Nomor: 10 Tahun 2010, susunan kepengurusan DKC Gerakan Pramuka Bengkalis masa bakti 2008-2013 menjadi:

Ketua: Nurul Huda
Wakil Ketua: Siti Zulaiha
Sekretaris: Edis Malindo
Wakil Sekretaris: Fatiha Nadia
Bendahara: Lidya Syafari

Anggota:
Jefri Anas, Haryanto, M. Zailani, Fitra Ramadhan, Syamsul, Nurhimaddin, Intan Juliana, Rosa Mia, Neli Adelia, Siti Irwina, Hendri Gunawan, M. Rizky Ramadhan, Wahyu Budiharti, Reni Adelina, Nur Fitriani, Rafita Dewi, Syukri, M. Fadli, Widiana, Mauliani.

Sabtu, 09 Mei 2009

Pawang Perkasa Mulai Berbenah

Untuk menyambut helat Raimuna Daerah Gerakan Pramuka Riau tahun 2009, Bumi Perkemahan Pawang Perkasa II mulai berbenah diri. Berbagai fasilitas yang ada di buper ini mulai dibersihkan dan diperbaiki. Pembenahan ini dimotori oleh Dewan Kerja Cabang Gerakan Pramuka Bengkalis.

Raimuna Daerah yang pelaksanaannya bersamaan dengan Raimuna Cabang direncanakan akan diselenggarakan pada tanggal 22 s.d. 28 Juni 2009.

Senin, 27 April 2009

Menyongsong Raimuna Daerah 2009

Kalau tak aral melintang, pada akhir Juni 2009 akan diselenggarakan Raimuna Daerah Gerakan Pramuka Riau tahun 2009 di Bengkalis. Lebih tepatnya di Bumi Perkemahan Pawang Perkasa II. Diperkirakan lebih kurang seribu Pramuka Penegak dan Pandega se-Provinsi Riau akan pepat berkumpul, beraktifitas selama lima hari.

Mengapa diawal tulisan ini disebutkan kalau tidak ada aral melintang, karena rencana penyelenggaraan raimuna daerah telah ada sejak tiga tahun yang lalu. Namun karena berbagai penyebab selalu gagal dilaksanakan. Besar harapan rencana sekali ini dapatlah hendaknya terlaksana.

Sebagai ajang pertemuan besar, raimuna daerah ini diharapkan dapat dijadikan wadah interaksi antar Pramuka Penegak dan Pandega untuk saling berbagi pengalaman, meningkatkan kemampuan serta mengasah ketrampilan. Dan yang paling utama dapat dijadikan sarana untuk memperkuat watak dan kepribadian serta penanaman nilai-nilai kepada Pramuka Penegak Pandega.

Kita berharap penentuan materi kegiatan dalam raimuna ini dilandaskan kepada kondisi kekinian kaum muda dengan segala problematikanya. Kegiatan-kegiatan yang dapat menjawab tantangan hari ini. Diperlukan kearifan dan kejelian dari penyelenggara (khususnya DKD Riau) untuk membaca keinginan dan tanda-tanda alam yang kemudian dirumuskan dalam sebuah kegiatan yang terintegrasi yang tentunya disesuaikan dengan kondisi Bengkalis sebagai tuan rumah.

Selasa, 04 November 2008

Pendidikan Nilai Bagi Kaum Muda

Pendidikan nilai (living values activities) bagi kaum muda hari ini menjadi penting dalam upaya memperkuat karakter kaum muda ketika mereka terdedah dengan demikian banyak permasalahan sosial. Permasalahan yang kian kompleks mendera terus dan terus sehingga kadang kaum muda kita kehilangan orientasi untuk berpijak dan melangkah.

Hari ini kita dapat saksikan semakin banyak kaum muda yang terbelit dengan pelbagai permasalahan sosial. Korban kekerasan, korban narkoba, korban pergaulan bebas dari hari ke hari semakin meningkat jumlahnya. Belum lagi masalah attitude, sikap dan perilaku, kebiasaan yang kian cenderung negatif, serta setumpuk problematika kaum muda lainya. Semua ini ditopang oleh sisi gelap dari kemajuan teknologi. Penyusupan anasir anasir melalui media massa dan dedahan terbuka terhadap kaum muda mempercepat prores dekadensi moral dan sistem nilai di kalangan kaum muda kita.

Harus ada sebuah revolusi bersama dari orang tua dan pendidik untuk merubah atau minimal menahan laju pengikisan moral ini. Pendidikan nilai semestinya ditanam sejak dini di dalam minda kaum muda. Bagaimana kita membantu agar kaum muda mampu mengeksploitasi dan mengembangkan nilai nilai kunci pribadi dan soisal kedalam kehidupan sehari-hari yang akhirnya diharapkan mampu menjadi benteng dalam menghadapi pelbagai permasalahan sosial yang melingkup mereka.

Kegiatan kegiatan yang diarahkan untuk memperkuat dan memancing potensi, kreatifitas dan bakat yang sebenarnya sudah terangkum dalam Pendidikan Kepramukaan, akan menstimulasi perkembangan ketrampilan pribadi, sosial dan emosional.

Permasalahannya adakah kita menyadari tentang pentingnya pendidikan nilai ini. Jika kita masih berkotak-katik dengan sandi, morse, berkemah, baris berbaris serta setumpuk kegiatan teknisnya - yang sebenarnya hanya alat - dan melupakan makna filosofis dari aktifitas tersebut, maka jangan berharap banyak untuk mendapatkan hasil yang lebih.

Kata kuncinya adalah kembali ke Metode dan Prinsip Dasar Kepramukaan.



Minggu, 12 Oktober 2008

Metode Kepramukaan

Metode kepramukaan adalah cara belajar progresif dalam pendidikan kepramukaan untuk mencapai sasarannya, yakni pembentukan watak dan atau karakter peserta didik. Metode tersebut adalah: pertama, pengamalan kode kehormatan pramuka, kedua, belajar sambil melakukan, ketiga, sistem berkelompok, keempat, kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik, kelima, kegiatan di alam terbuka, keenam, sistem tanda kecakapan, ketujuh, sistem satuan terpisah, dan yang kedelapan, sistem among.

Kedelapan metode ini harus dilaksanakan secara menyeluruh dalam sebuah proses pembinaan terhadap peserta didik dalam pendidikan kepramukaan. Seorang pembina pramuka dituntut kepekaannya dalam menerapkan metode kepramukaan ini yang tentunya dikombinasikan dengan kegiatan inovatif serta disesuaikan dengan minat dan bakat peserta didik sehingga terciptanya sebuah materi kegiatan yang menyenangkan.

Memang bukan sebuah pekerjaan yang mudah ketika kita harus meracik berbagai bumbu dengan kaedah kaedah tertentu yang tak boleh dilanggar untuk menghasilkan sebuah kelezatan di tidak satu lidah. Namun harus patut kita pahami pula, disamping kaedah yang mengikat tersebut kita juga diberikan keleluasaan untuk berimprovisasi dalam upaya mencapai tujuan. Imajinasi hendaknya dikerahkan untuk membina peserta didik yang
notabene adalah kaum muda kita, wajah kita di masa mendatang.

Mari kita renungkan kembali bahwa bagi anggota dewasa, gerakan pramuka adalah pengabdian. Gerakan pramuka adalah wadah bagi kita untuk menunjukan kepedulian terhadap kaum muda yang membawa makna kepedulian kita terhadap bangsa. Dengan metode kepramukaan sebagai alat, jika secara konsisten kita laksanakan dan diiringi dengan tekad yang bulat, rasanya tugas mulia ini tidak terlalu susah untuk diemban.

Persoalannya: Maukah kita?

Selasa, 05 Agustus 2008

Menyongsong Hari Pramuka ke 47

Empat puluh tujuh tahun silam, berangkat dari pemikiran ingin menyatukan berbagai organisasi kepanduan yang ada, didirikanlah Gerakan Pramuka sebagai satu satunya wadah pendidikan kepanduan di Indonesia yang ditetapkan dengan sebuah Keputusan Presiden. Semangat yang mengiringi pendirian gerakan ini adalah untuk mewujudkan sebuah wadah yang mendidik kaum muda Indonesia agar menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur.

Dalam usianya yang hampir setengah abad, Gerakan Pramuka telah memberikan warna tersendiri dalam perjalanan bangsa ini membentuk karakter kaum mudanya. Gerakan Pramuka telah memberikan alternatif pilihan bagi kaum muda untuk mengaktualisasikan minat dan keinginan, serta menjadi wahana penyaluran nafsu liar kaum muda untuk bercumbu dengan alam, bergelut dengan bermacam ketrampilan, bercengkerama bersama rekan sebaya mencari solusi permasalahan kaum muda.

Tantangan yang dihadapi kaum muda hari ini semakin berat dan kompleks. Beragam permasalahan yang menyangkut sikap dan moral (attitude) berkembang dan terus berkembang menggerogoti sendi sendi kehidupan kaum muda. Berbagai godaan yang datang dari berbagai arah terus membelai, membujuk, merayu dan menjerumuskan. Tidak memandang strata sosial, kaya miskin, pintar bodoh, semua disapu dengan dedahan yang menggoda. Kemajuan teknologi (informasi khususnya) membawa sistem nilai yang berbeda ke kehidupan kaum muda dengan bermacam dampaknya. Hanya kaum muda yang memiliki karakter kuat yang mampu menahan anasir anasir penggoda ini.

Disinilah dituntut peran Gerakan Pramuka dengan segala aktifitasnya untuk memperkuat karakter kaum muda hari ini, khususnya karakter seorang Pramuka. Berpandu pada Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, upaya upaya penguatan kapasitas peserta didik harus dilakukan secara berkesinambungan dan mengemaskinikan kegiatan untuk menjadi lebih menarik dan menyenangkan.

Revitalisasi Gerakan Pramuka adalah upaya untuk kembali ke Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan.

Dirgahayu Gerakan Pramuka!

Selasa, 15 Juli 2008

Televisi

Technorati Profile

Televisi, hari ini adalah sebuah benda wajib yang mesti hadir disetiap rumah, arena berkumpul, dan tempat tempat awam lainnya. Ianya telah menjadi sebuah kebutuhan primer bagi setiap orang – sesuatu yang harus ada. Berserak waktu yang tersiakan, terbuang percuma didepannya. Kadang sebagai tempat pelarian dari rongrongan berbagai persoalan, menjadi dimensi lain dari kehidupan nyata.


Ketidakberdayaan menghadapi tantangan yang terus menghadang terhadap berbagai sendi kehidupan menyebabkan orang mencari cari tempat pelarian yang dapat melupakan sejenak rumitnya persoalan hidup. Untuk kaum berpunya ada segudang cara, untuk kaum dhuafa mungkin hanya televisilah solusinya – itupun kalau ada. Menikmati berbagai tayangan yang dapat membawa pemirsanya terbang ke alam mimpi, ke alam yang menjanjikan sejuta keindahan.


Beragam tayangan yang katanya menghibur dijejal ke minda penontonnya. Masyarakat disumbat dengan berbagai informasi sampah. Dididik untuk “menjaga tepi kain orang”. Gosip, aib, perbuatan tercela, semuanya diumbar tanpa rasa risih, sebagai tempat melampiaskan nafsu liar tersembunyi manusia: bergunjing. Satu masa dahulu, bergunjing dilakukan di anak tangga sambil mencari kutu, hari ini cukup duduk di depan layar TV dan bukan hanya tetangga tetapi seantero dunia dapat digunjing, khususnya para pesohor.


Belum lagi dampaknya terhadap anak-anak yang masih menggugu dan meniru.Watak anak dibentuk dengan beragam karakter yang membodohkan, menyimpang, sehingga merusak tatanan nilai - yang pahitnya didedahkan oleh bangsa sendiri atas nama kebebasan berkreatifitas yang membungkus indah anasir anasir kapitalis. Kalau sudah demikian, untuk apa sebuah makhluk bernama televisi ini ada.


Ketika rakyat tak mampu lagi menentukan mana yang baik untuk dirinya sendiri, sepatutnyalah pemerintah mengambil alih peran - mengintervensi - walau ini tak populer dan mungkin juga menyebabkan seorang presiden tidak dapat menyandang jabatannya untuk kedua kali. Pemerintah sebagai benteng terakhir - ketika rakyat telah lupa diri - mestinya mengambilkan langkah ekstrem untuk menghentikan proses dokritinasi terselubung terstruktur dari anasir anasir yang berkehendak menghancurkan bangsa ini. Jangan biarkan rakyat larut dalam haluninasi, terbuai mimpi.


Atau pemerintah memang ingin rakyatnya (baca: bangsa ini) terus larut dalam kerja kerja bodoh ini.

Senin, 14 Juli 2008

Gerakan Pramuka Sebagai Alternatif Pemecahan Masalah Kaum Muda

Kepramukaan pada hakekatnya adalah suatu proses pendidikan dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan bagi kaum muda di bawah tanggungjawab orang dewasa yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan sekolah dan keluarga serta dilaksanakan di alam terbuka dengan menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.

Gerakan Pramuka adalah organisasi yang merupakan wadah bagi proses pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan di Indonesia yang bertujuan untuk mendidik kaum muda dengan menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan agar menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta tinggi mental - moral - budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya, tinggi kecerdasan dan keterampilannya, kuat dan sehat fisiknya.


Pembentukan karakter yang merupakan salah satu bagian utama dalam pendidikan kepramukaan diharapkan mampu mengisi kekosongan yang terjadi di pendidikan formal yang saat ini sangat menitikberatkan pada aspek kognitif. Ranah afektif dan psikomotorik relatif tertinggal – kalau boleh disebut diabaikan – dalam proses pendidikan formal. Ketika peserta didik dihadapkan bahwa keberhasilan pendidikan hanya dilihat dari capaian angka-angka dengan memandang sebelah mata terhadap sikap dan tingkah laku (attitude), menyebabkan peserta didik yang nota bene adalah kaum muda kita mulai meninggalkan nilai-nilai (value) yang selama ini dianut. Belum lagi infiltasi nilai-nilai budaya asing yang timbul akibat terdedahnya kita dengan kemajuan teknologi khususnya teknologi informasi, tak henti-hentinya setiap saat merasuki dan menghantui minda kaum muda.


Dalam arus moderenisasi dan kemajuan dunia global tanpa sempadan hari ini, limpahan nilai budaya negatif melanda setiap sudut kehidupan bermasyarakat. Kaum muda hari ini semakin diresapi dengan budaya hedonisme – suka berpoya-poya dan berhibur dengan keterlaluan, terjebak dalam amalan seks bebas, minuman keras, dan beragam masalah sosial lainnya yang cukup membimbangkan.


Berbagai anasir-anasir asing secara perlahan terus menanamkan nilai-nilai baru dalam benak kita – khususnya kaum muda – sehingga tercerabut dari nilai-nilai yang selama ini kita timang. Kondisi fisik dan mental yang lemah juga menjadi permasalahan tersendiri bagi kaum muda kita yang juga diabaikan oleh pendidikan formal. Disini diharapkan Gerakan Pramuka mengambil peran mengisi kekosongan-kekosongan tersebut.